PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN MELALUI KELELAHAN PADA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT CANANG INDAH INDUSTRI MEDAN BELAWAN
##plugins.themes.bootstrap3.article.main##
Abstract
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap produktivitas kerja pada karyawan bagian produksi PT Canang Indah Industri Medan Belawan. Serta untuk mengetahui apakah kelelahan berpengaruh sebagai perantara langsung antara keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap produktivitas kerja Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan bagian produksi (Sub Departemen Maintenance) pada PT Canang Indah Industri yaitu sebanyak 140 responden. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh yaitu 108 responden. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah uji Sobel Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja. Berdasarkan hasil uji Sobel Test diperoleh hasil bahwa variabel kelelahan tidak berpengaruh sebagai perantara langsung antara keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan produktivitas kerja.
##plugins.themes.bootstrap3.article.details##
[2] Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
[3] Astuti, Okky Suli. (2014). “Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Bagian Produksi PT Indmira Citra Tani Nusantara di Yogyakarta”. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Pembangunan Nasional Veteran.
[4] Arsi, R. M., & Partiwi, S. G. (2012). Analisis Beban Kerja untuk Menentukan Jumlah Optimal Karyawan dan Pemetaan Kompetensi Karyawan Berdasar Pada Job Description (Studi Kasus: Jurusan Teknik Industri, ITS, Surabaya). Jurnal Teknik ITS, 1(1), A526-A529.
[5] Astuti, Okky Suli. 2011. Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Bagian Produksi PT Indmira Citra Tani Nusantara di Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Pembangunan Nasional Veteran.
[6] Budiono S, Jusuf, RMS, Adriana P. Bunga Rampai (2003) Keselamatan Kerja. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
[7] Daryanto. (2017). Manajemen Penilaian Kinerja Karyawan. Cetakan 1. Yogyakarta : Gava Media.
[8] Fitri, K., & Ningsih, D. S. (2014). Pengaruh Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) dan Disiplin Kerja terhadap Produktivitas Karyawan Bagian Produksi pada. Riau . Jurnal Administrasi Bisnis,Vol 1 No 6.
[9] Ghozali, I. (2018). Pengaruh pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja dan kepuasan kerja terhadap produktivitas kerja: Studi kasus pada karyawan PT Yamaha Arista Jabar (Doctoral dissertation, Uin Sunan Gunung Djati Bandung).
[10] Ghozali, Imam. (2011). “Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS”. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
[11] Hariandja, Marihot Tua Efendi. (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia : Pengadaan, Pengembangan, Pengkompensasian, dan Peningkatan Produktivitas Pegawai. Jakarta : Grasindo
[12] Hofmann, D. A., & Stetzer, A. (1998). The role of safety climate and communication in
accident interpretation: Implications for learning from negative events. Academy of management journal, 41(6), 644-657.
[13] Indonesia, R., & Indonesia, P. R. (1970). Undang Undang No. 1 Tahun 1970 Tentang: Keselamatan Kerja. Sekretariat Negara: Jakarta.
[14] Kautsar, I. A. (2013). Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi pada Karyawan Tetap Bagian Produksi PR. Sejahtera Abadi Malang). Jurnal Administrasi Bisnis,Vol 6.
[15] Kartikasari, R. D., & Swasto, B. (2017). “Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan” (Studi Pada Karyawan Bagian Produksi PT. Surya Asbes Cement Group Malang). Jurnal Administrasi Bisnis, 44(1), 89-95.
[16] Munandar, M. R. (2014). “Pengaruh Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3) Dan Insentif Terhadap Motivasi Dan Kinerja Karyawan” (Studi Pada Pekerja Bagian Produksi Pt. Sekawan Karyatama Mandiri Sidoarjo). Jurnal Administrasi Bisnis, 9(1).
[17] M. Manullang, (2012). Dasar-dasar Manajemen Bagi Pimpinan Perusahaan. Jakarta. Gajah Mada Press.
[18] Moleong,Lexy J.(2016).Metodologi Penelitian Kuantitatif, Bandung : Remaja Rosdakarya.
[19] Maurits L S K. (2011). Selintas Tentang Kelelahan Kerja. Yogyakarta: Amara Books.
[20] Mangkunegara, A. A. P. (2016). Manajemen sumber daya manusia perusahaan. Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya.
[21] Mashudi, M., Yani, M., & Setiandayani, D. M. (2019). Pengaruh Insentif, Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap Semangat Kerja Karyawan pada PT. Sung Hyun Indonesia di Pasuruan. JBMP (Jurnal Bisnis, Manajemen dan Perbankan), 4(1), 39-62.
[22] Yani, M, 2012, Manajemen Sumber Daya Manusia, Mitra Wacana Media, Jakarta
[23] Purwanti, L. D., & Al Musadieq, M. (2017). Pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kualitas kehidupan kerja dan produktivitas kerja (studi pada karyawan divisi operasi dan pemeliharan pembangkitan Jawa Bali (Pjb) unit pembangkitan Paiton). Jurnal Administrasi Bisnis, 44(1), 118-126.
[24] Parinduri, L., Harahap, B., & Suryadi, W. (2020). Analisa Kecelakaan Kerja dengan Perhitungan ISR dan IFR dan Pengukuran Peluang Resiko Menggunakan Distribusi Poison Pada Bagian Ladle furnace. Buletin Utama Teknik, 16(1), 59-63.
[25] Suma’mur.(2009). Hiegiene Perusahaan dan Keselamatan Kerja. Jakarta : The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 8(1), 1-10.
[26] Sutrisno, (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana. Jurnal Manajemen Bisnis, 13(1), 1-13.
[27] Widodo Suparno. (2015). Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta, Jurnal Penjaminan Mutu, 1(2), 7-15